Pages

Thursday, June 27, 2013

Toleransi Ketelatan, Telat Kok Ditoleransi?

Saya cukup prihatin dengan tingkat kedisiplinan bangsa Indonesia. Lupakan untuk merubah generasi tua yang notabene sudah tidak bisa kita rubah lagi. Yang bisa kita lakukan adalah memulai untuk membiasakan gerakan disiplin di tingkat calon penerus bangsa Indoenesia. Namun, gerakan itu nampaknya tidak akan berjalan dengan mulus. Karena, apa yang saya lihat saat ini justru sebaliknya. Gerakan “telat” malah dilegalkan!!! Aneh to?
Lah loh, kok bisa?
Toleransi ketelatan. Yah, mosok telat kok ditoleransi? Itulah pertanyaan kecil saya. Saya tahu bahwa semua orang mempunyai kesibukan masing-masing. Namun, saya merasa sebagai mahasiswa kita haruslah menjadi mahasiswa yang tidak telat-an. Bukankah tujuan utama kita sebagai mahasiswa adalah belajar? Seharusnya kita bisa mengatur waktu kita agar tidak telat. Dan toleransi ketelatan itu bukanlah alat yang mendidik untuk membentuk karakter disiplin bagi generasi penerus bangsa.
Kalau ada bom waktu, apakah ada toleransi ketelatan tim gegana? Kalau ada Ibu melahirkan, apakah ada toleransi ketelatan bidan?
Haha, Jepang, toleransi ketelatannya minus 15 menit. Artinya, 15 menit sebelum acara mereka sudah  hadir. Bagaiman dengan Indonesia?
Semoga Indonesia tambah maju. Amin,

0 comments:

Post a Comment

Saka Wanabakti Blora

Saka Wanabakti Blora