Dua kubu ini tetunya bukanlah kubu yang semuanya benar, sehingga harus kita perjuangkan sampai menjadikan kita bermusuhan satu sama lain. Kubu Jokowi mengingkari janjinya teantang Kabinet Profesional tanpa syarat, yang pada akhirnya dilanggar olehnya seiring waktu berjalan dan itu menyakiti hati sebagian pendukungnya terdahulu kala pilpres. Termasuk saia.
Kubu yang satu, adalah kubu yang saya tidak sukai dari awal. Mengusung simbol-simbol negara sebagai kepentingan politik adalah awal dari ketidaksukaan saya terhadap kubu ini. Ditambah lagi dengan masa kampanye yang menunjukkan kubu ini minim prestasi dan haus kekuasaan. Strategi kampanye dengan menjatuhkan dengan membabi-buta lawan tanpa menunjukkan prestasi sendiri sudah menjadi bukti shahih atas pernyataan saya. Dan pada akhirnya, kerakusan mereka akan kekuasaan semakin terlihat pada proses politik di parlemen akhir-akhir ini. Nggak banget deh, , ,
Pada akhirnya, kita sebagai masyarakatlah yang harus mengawasi mereka. Mereka yang mengelola pajak yang kita bayarkan setiap hari. Tidak harus dengan berdemo setiap hari menyarakan suara kita. Yang paling penting adalah tindakan kita yang menunjukkan bahwa kita peduli, melihat dan mengawasi mereka setiap hari. Boleh melalui media sosial, atau yang lein yang bia membantu kita menujjukkan bahwa kita mengawasi mereka. Jangan jadi orang pasif dalam berpolitik. Politik itu tidak kotor, dia buruk karena orang-orang baik membiarkan orang jahat menjadikan politik terlihat kotor (Baswedan, 2014). Jangan diam dan mendiamkan, kawan!

0 comments:
Post a Comment