Sok mari dimulai. . .
Hari ini, hampir semua teman sekelas memakai pakaian batik. Kecuali satu, Syafril Utomo, entah gugup atau tidak peduli dia memakai baju kotak-kotak (ala Jokowi) hari ini, Yup, hari ini memang hari batik nasional, 2 Oktober adalah hari ditetapkannya batik sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia. Duh, bangganya memakai batik. . .
Memang, batik menjadi tren yang tak pernah padam di Indonesia. Motifnyapun beragam, saya ndak hafal! Dari batik yang terkenal macam batik Pekalongan, Solo, Jogja, Bali, dan lainnya, banyak juga motif yang kurang beken yang umumnya setiap daerah punyai. Bahkan, batik sempat jadi komoditas politik ketika pak Hidayat maju di DKI 1 pada 2012. Tapi, waktu itu beliau kalah oleh pak Jokowi yang pada akhirnya menjadi RI 1 sekarang ini. Eits, jangan bahas politik lagi yah!!!
Mempunyai batik memang membanggakan. Namun, kenyataannya banyak sekali kebudayaan kita yang belum diakui dunia dan terancam diambil oleh negara sebelah (who must not be named). Karenanya, banyak sekali tugas kita, sebagai penerus bangsa, untuk melestarikan budaya masing-masing.
Kenapa budaya masing-masing? Memang hal ini terkesan individualis, dan memang seperti itu. Tapi, mengingat Indonesia adalah perbedaan yang disatukan oleh pancasila, Tentunya bukanlah hal yang buruk jika kita mencoba melestarikan budaya daerah sendiri namun dengan tetap menghormati budaya lain.
Hal inti dari tulisan (yang mungkin gak berguna ini) adalah, mari kita sama-sama menjaga kebudayaan kita. Dimulai dengan kebudayaan suku kita masing-masing. Jadikan momentum hari batik ini sebagai momentum untuk menjaga Indonesia dengan segala keragamannya dan buktikan pada dunia bahwa dengan keragaman itu pula, kita mampu beersatu dan membangun bangsa yang lebih maju.
#LoveIndonesia

0 comments:
Post a Comment